KONSEP DIRI SENDIRI
Saya adalah Ardhi Yudo anak pertama dari tiga bersaudara. Saya di
lahirkan dari keluarga yang sederhana namun bahagia. Sejak masa tk,sd,smp
hingga sma saya selalu mandiri. Saya mempunyai 2 orang adik perempuan.
Saya mempunyai sifat pemberani,
berani menegakan kebenaran dan keadilan. Rasa ingin tau yang tinggi membuat
saya kaya akan pengetahuan. Kujujuran dalam diri saya paling utama. Walaupun
dalam kehidupan saya banyak masalah saya selalu pantang menyerah optimis dan
yakin bahwa tuhan menguji sy berarti dy tau sampai sejauh mana kemampuan saya.
Terkadang dalam diri saya juga
terdapat sifat negative. Malas adalah sifat yang paling saya benci dalam diri
saya. Saya juga orang yang kurang percaya diri. Kemudian saya orang yang suka
emosi. Mungkin ini terjadi ketika tingkat stress saya sudah mencapai puncak.
Itulah diri saya
KASUS KETIDAKSEHATAN MENTAL
Pembunuhan
Ade Sara Berawal dari Niat Menculik
Senin, 17 Maret 2014 | 17:26 WIB
Ahmad Imam al Hafitd dan Assyifa Ramadhani
mengaku tidak berniat membunuh Ade Sara Angelina Suroto. Niat awal mereka ialah
menculik mahasiswa Universitas Bunda Mulia itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, pengakuan itu disampaikan kedua tersangka kepada penyidik Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Subdit Jatantras Ditreskrimum Polda Metro Jaya).
"Kedua pelaku mengatakan awalnya berniat menculik korban," kata Rikwanto, Senin (17/3/2014).
Namun, keduanya kemudian menganiaya Ade Sara di dalam mobil hingga mengakibatkan korban meninggal.
"Pelaku mengetahui korban meninggal setelah memegang dada Ade Sara dan sudah tidak berdenyut jantungnya," papar Rikwanto.
Dalam skenario penculikan korban itu, Rikwanto berujar, Hafitd merupakan penggagas utama kejadian. Hafitd mengaku kesal lantaran Ade Sara, yang merupakan mantan pacarnya itu, enggan berhubungan lagi dengannya.
Menurut Rikwanto, dalam kasus pembunuhan Ade Sara ini, barang bukti maupun keterangan saksi sudah mencukupi. Penanganan selanjutnya adalah rekonstruksi yang dijadwalkan dilakukan pekan depan.
"Belum tahu jadwalnya kapan, yang jelas pekan depan. Rekonstruksi kejadian dari mulai Ade Sara menemui pelaku di Gondangdia sampai dia menjadi korban pembunuhan dan dibuang di Tol Bintara," kata Rikwanto.
Sambil melakukan rekonstruksi, lanjut Rikwanto, nantinya akan dilakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan bilamana terjadi penambahan pasal yang dikenakan kepada pelaku.
Sampai saat ini, pelaku baru dikenakan Pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana serta Pasal 353 Ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Sanksi terhadap pelaku maksimal adalah kurungan seumur hidup atau dihukum mati.
Seperti diberitakan, Hafitd dan Assyifa menganiaya dan membunuh Ade Sara, kemudian mereka membuang jenazah Ade Sara ke pinggir tol Bekasi.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/17/1726323/Pembunuhan.Ade.Sara.Berawal.dari.Niat.Menculik
Menurut pendapat saya dari berita pembunuhan Ade Sara oleh mantan
pacarnya itu sudah prilaku yang tidak sehat mentalnya. Banyak tindak kriminal
pembunuhan saat ini sudah tidak mempunyai hati nurani. Dengan alasan sepele,
misalnya cemburu, iri hati, dengki dll. Hal
ini dapat di pengaruhi dari berbagai
kemungkinan
1.
Bisa di pengaruhi oleh pola asuh orang tua
2.
Informasi / input dari media masa dan tontonan
film yang sadis
3.
Dorongan prilaku menganiaya orang lain dengan
kejam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar